16 September 2009

Otomotif

Sejarah Toyota Land Cruiser
Lima tahun setelah PD II usai, Jepang mulai bebenah dan merangkak bangkit setelah kalah perang. Saat itu Toyota Motor Corp. mendapat permintaan dari pihak kepolisian Jepang dan U.S Army untuk menciptakan kendaraan dengan kemampuan 4x4 seperti Jeep namun ukurannya lebih besar dan dapat diproduksi di Jepang. Saat itu Jepang berada di bawah kekuasaan USA, dan Jeep banyak berseliweran di negara itu.



Dengan berbekal pengalaman memproduksi AK10, kendaraan sejenis Jeep pada Perang Dunia Kedua, Toyota hanya membutuhkan waktu lima bulan mulai dari coretan pertama di kertas disain higga kelar prototype. Namanya, Toyota-Jeep. Kontan, Willys, produsen Jeep bereaksi memprotes nama itu, khawatir menciderai merk dagangnya. Setahun kemudian, 1951, Toyota mengganti namanya menjadi Toyota Model B-85.
Agustus 1951,pengujian pertama digelar. Hasilnya, model ini bisa menapak hingga pos ke-6 Gunung Fuji, gunung tertinggi di Jepang. Inilah untuk pertamakalinya kendaraan bermotor mencapai titik itu. Kepolisian Jepang dan Departemen kehutanan begitu terkesan dan buru-buru memesan mobil itu. Sejarah mencatat, pesanan pertama datang dari mereka.
Dua tahun kemudian produksi, 1953 produksi massal dimulai. Nama Land Cruiser sendiri baru digunakan pada 1954, setelah 298 unit Model B-85 (ada pula yang menyebutnya Model BJ) diproduksi. Saat itu pula Toyota berani masuk ke produksi massal setelah sebelumnya hanya berdasarkan pesanan.
Generasi pertama ini memang kental nuansa Jeep. Sumber tenaganya dari enam silinder yang memproduksi 63 kW. Pada 1955, mesin ini diganti mesin F-Series 3.8 liter 125 hp berbahan bakar bensin. Nuansa militeristik terus dipertahankan dan mendominasi disain Land Cruiser.
Toyota memperkenalkan model ini pertamakali di USA pada 1958. Tahun ini pula versi hard-top diluncurkan. Tiga tahun kemudian varian wagon dan pickup di luncurkan diJepang. Land Cruiser ternyata diterima konsumen USA.
1957, Land Cruiser merambah USA, lewat FJ25 dua pintu dengan soft top dengan mesin enam slinder yang dilengkapi part time 4WD yang bisa diaktifkan tanpa harus berhenti lebih dulu. Fitur yang cukup menarik kala itu. Land Cruiser semakin kokoh di pasar kendaran 4WD dan terus meluncurkan varian-varian baru.
Paruh pertama dekade 60-an, Land Cruiser menjadi model Toyota terlaris di USA sekaligus membantu kesuksesan peluncuran model Toyota yang lain.
Tahun 1967, Toyota memasarkan seri FJ40 (short wheelbase) dan FJ45 (long wheelbase) demikian pula penerusnya, FJ42 dan FJ47 tetap bercorak militeristik. Selama dekade 60-an Land Cruiser menawarkan sejumlah perubahan seperti gearbox 4-speed dirubah jadi 3-speed dengan 2-speed tranfer box. Generasi FJ40 bisa dibilang Classic Land Cruiser. Tahun 1974, transmisi dirubah jadi 4-speed dan 1983 jadi 5-speed. Mesin yang ditawarkan sangat beragam, baik kapasitas silinder maupun bahan bakarnya.
Pada 1965 Toyota memperkenalkan varian wagon lima pintu pertama-nya yang diberi nama F55. Mobil ini dipromosikan sebagai tangguh di off-road dan nyaman di jalan raya. (seperti iklan SUV sekarang, bukan). Grafik penjualan terus meningkat dan pada 1968, Land Cruiser ke 100,000 terjual di seluruh dunia, atau 15 tahun setelah world debut-nya, bersamaan dengan diluncurkannya mesin baru 3.8 liter, enam silinder diperkenalkan, yang menawarkan lebih banyak tenaga dan torsi.
Penjualan semakin deras. Angka penjualan 200,000 unit digapai pada 1972 atau hanya tiga tahun dan setahun kemudian angkanya sudah 300,000 unit. Sebuah prestasi yang luarbiasa untuk kendaran 4WD dari Asia.
Generasi kedua Land Cruiser station wagon diperkenalkan tahun 1980 dengan nama generic FJ60. Tahun itu pula Land Cruiser terpilih sebagai 4x4 of the Year dari Off-Road Magazine. Mobil ke satu juta terjual pada 1981. Toyota menghentikan penjualan FJ40 pada 1983. Sejumlah perubahan dilakukan Toyota selama dekade 80-an untuk membuat Land Cruiser tetap segar dan memikat.
Pada dekade ini pula generasi Land Cruiser ke empat, FJ70 diperkenalkan pada 1985. Seri ini sudah dilengkapi dengan 5-speed transmission, power steering dan power brakes. Meskipun suspensi standarnya masih per daun, tapi disejumlah negara ditawarkan dengan coil spring. Mesin yang ditawarkan selain bensin juga diesel.
Pada 1990, mobil ke 2 juta terjual, setahun kemudian, 1991, generasi ke empat station wagon, FJ80 diluncurkan. Model terbaru ini lebih besar, lebih mewah yang dilengkapi dengan sistem penggerak 4WD full-time dan fully independent four-wheel coil-spring suspension. Bisa disebut, FJ80 adalah salah satu tonggak penting dalam evolusi Land Cruiser. Penghormatan besar datang dari J.D. Power & Associates dengan penghargaan "Best Full-Size SUV in Customer Satisfaction". Sejak itu penghargaan-penghargaan semacam ini menjadi rutinitas.
Tahun ini, 1993, Land Cruiser tumbuh lebih besar, menggunakanmesin 24 katup, DOHC enam silinder berkapasitas 4.5liter. Mesin ini mampu memproduksi 212 hp dan 275 lb-ft torsi yang terbukti cukup handal menggerakan Land Cruiser yang sekarang bobotnya mencapai 2.3 ton. Model ini berbeda samasekali dengan nenek moyangnya yang diperkenalkan pada 1953. Interiornya dibuat senyaman mungkin dengan kursi berlapis kulit dan bisa memuat 8 penumpang.
Sejalan dengan meledaknya permintaan terhadap SUV, Toyota sigap mengantisipasi permintaan pasar dengan menawarkan paket safety lebih dari kompetitornya. Pada 1995, Toyota menyiapkan serangkaian airbag dan seatblet serta ABS pada Land Cruiser. Penambahan itu tidak mengurangi kapabilitasnya di medan off-road. Land Cruiser tetap dianggap sebagai kendaran 4x4 terbaik.
Toyota Land Cruiser generasi kelima diluncurkan pada 1998. Generasi ini lebih besar, lebih berat, strukturnya lebih solid dan jauh lebih bertenaga dari pendahulunya yang diluncurkan pada 1991. konsumsinya bahan bakarnya juga jauh lebih irit. Demikian pula emisi polutannya. Pada generasi ini untuk pertamakalinya Land Cruiser menggunakan mesin V8 dengan kapasitas 4.7 liter, 32 katup DOHC yang memproduksi 230 hp, atau 18 hp lebih banyak dari pendahulunya yang menggunakan mesin 6 silinder segaris. Torsinya juga melambung menjadi 320 lb-ft, atau 45 ft-lb dari pendahulunya.
Memasuki millennium kedua, Toyota kembali meningkatkan standar peforma SUV dengan penambahan traksi control, vehicle skid control, electronic brake distribution sebagai perangkat standar. Setahun kemudian, 2001, daftar fiturnya diperpanjang dengan navigation system dengan DVD player.
Setelah lima dekade, Toyota Land Cruiser berevolusi dari kendaran dua pintu yang militeristik menjadi SUV mewah. Yang tetap abadi adalah semangat adventure-nya, kemampuannya untuk melintasi medan seberat apapun dan tentu saja kualitas khas Toyota. Ketangguhan Land Cruiser membuat penirunya tetap berada di belakang bayang-bayangnya.
Sepanjang sejarahnya, Toyota memproduksi aneka ragam varian Land Cruiser, mulai dari variasi panjang wheelbase, kapasitas silinder, model body (wagon/pickup), jenis atap (hard/soft) hingga jenis bahan bakar.
Pola penamaan Toyota Land Cruiser adalah xJyyy. Kode x menunjukan seri mesin. Kode yy atau yyy adalah model body, seperti yang dijelaskan Deru Sudibyo, pecinta Land Cruiser.
Sepanjang sejarahnya ada beberapa jenis mesin (kode xJ,seperti BJ,FJ, HJ)yang di pernah digunakan, yaitu:
B = Mesin seri B adalah diesel (buatan Hino) 4 cyl inline. Seri B diesel termurah, dan yang pernah mengisi kolong mesin Land Cruiser adalah generasi l 1B, 2B, 3B, 13B, 13BT dan 14B.
F = Mesin seri F berbahan bakar bensin dengan enam silinder segaris yang dikembangkan Toyota. Yang pernah digunakan 1F, 2F dan 3F. Seri F
H = Mesin seri H adalah diesel enam silinder segaris buatan Toyota. Dibanding Seri B, mesin ini lebih besar dan lebih canggih. Cukup banyak varian mesin ini yang pernah digunakan Land Cruiser, antaralain; 1H, 2H, 12H, 12HT, 1HZ (135ps), 1HDT (165ps), 1HD-FT (170ps) dan 1HD-FTE (205ps). Kode yang menggunakan di akhiri huruf T berarti dilengkapi turbocharger.
O = Mesin seri O adalah diesel buatan Mercedes-Benz yang digunakan pada model-model awal produksi Land Cruiser di Brazil. Di negara itu, Toyota memberi lisensi untuk memproduksi Toyota Land Cruiser Bandeirante. Saat ini mesin yang digunakan adalah mesin Seri 14B.
R = Mesin seri R menggunakan bahan bakar bensin empat silinder segaris yang diproduksi Toyota. Biasanya digunakan Land Cruiser berukuran kecil seperti Prado.
U = Mesin seri U , bensin V8 buatan Toyota yang canggih dan digunakan untuk Land Cruiser Seri 100 dan Lexus LX470 saat ini.
P = Mesin Seri P menggunakan bahan bakar diesel dan digunakan Land Cruiser seri 70. mesin lima silinder segaris ini teknologinya setara dengan mesin seri HZ.
L = Mesin seri L adalah diesel empat silinder segaris.
Model body Toyota juga berevolusi mulai dari model terbuka ala Jeep militer hingga SUV. Untuk mengenalinya digunakan kode (-Jyyy, seperti �xJ25, xJ70 ). Angka depan menunjukan seri model dan angka satuannya menunjukkan pernik model(wheelbase, model atap dll).
2y = Body model 20 � utility
4y = Body model 40 - utility (40, 41, 42) dan pickup (45)
5y = Body model 50 - Semi-utility wagon (55 dan 56)
6y = Body model 60 - Wagon (60, 61 dan 62)
7y = Body model 70 - Semi-utility wagon (70, 71, 73), wagon kecil LC II (74) dan pickup (75 dan 78)
8y = Body model 80 - Wagon/SUV
9y = Body model 90 - Wagon/SUV kecil (Prado)
1yy = Body model 100 - Wagon/SUV
Dalam perjalanan sejarahnya, Seri 40 menggatikan seri 20. Seri 40 sukses dipasaran dilengkapi dengan Seri 50 dan Seri 60. Ketika Seri 40 dan Seri 60 makin tua, lahirlah Seri 70 disusul Seri 80 yang menggantikan Seri 60. Toyota juga meluncurkan Seri 90 untuk meneruskan Seri 74. Seri 80 kemudian digantikan Seri 100. Jadi saat ini Toyota memproduksi Seri 100, 90 dan 70.